Logo Kabupaten
Friday, 16 January 2026   00:30:12

Berita Terkini

Desa Lonca Sambut Hangat Kunjungan Tim NTFP-EP Indonesia

25 Jul 2025 Masdim 246 pembaca
Desa Lonca Sambut Hangat Kunjungan Tim NTFP-EP Indonesia

Lonca, Sigi — Suasana penuh semangat dan kekeluargaan mewarnai Desa Lonca pada Rabu, 23 Juli 2025, saat masyarakat kembali menyambut kedatangan rombongan dari tim Non-Timber Forest Products – Exchange Programme (NTFP-EP) Indonesia. Kunjungan ini menjadi momen istimewa bagi warga desa, yang menyambut para tamu dengan prosesi adat yang kental dengan budaya lokal.


Penyambutan dimulai dengan upacara adat oleh para tokoh dan lembaga adat setempat, dilanjutkan dengan penampilan tarian tradisional Kulawi, yaitu tarian Raego, yang dibawakan penuh semangat oleh para pemuda-pemudi Karang Taruna Momehuko, Desa Lonca. Tarian ini tidak hanya mencerminkan kekayaan budaya daerah, tetapi juga menjadi simbol penerimaan dan penghormatan terhadap para tamu.

Usai acara penyambutan, rombongan diarahkan menuju kediaman Kepala Desa Lonca, Ibu Yarni Ijo, S.AP, untuk menikmati jamuan makan adat bersama. Dalam tradisi masyarakat Kulawi, makan bersama menggunakan dulang merupakan bentuk penghormatan dan kebersamaan yang dijunjung tinggi.


Pada kesempatan tersebut, Bapak Anang Setiawan, selaku Direktur Eksekutif NTFP-EP Indonesia, menyampaikan sambutan singkat sekaligus menjelaskan maksud kunjungan mereka ke Desa Lonca. Dalam sambutannya, beliau memperkenalkan kegiatan Proyek Green Livelihoods Alliance (GLA), yang telah berlangsung sejak tahun 2016 dan akan berakhir pada 2025 ini.


“Proyek GLA bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya hutan sebagai alternatif mata pencaharian, mempromosikan produk hasil hutan bukan kayu, mendampingi masyarakat dalam advokasi hak atas lahan hutan melalui skema perhutanan sosial, serta memperkuat tata kelola lahan dan hutan berbasis pengetahuan lokal,” ujar Anang Setiawan di hadapan warga.

Lansekap Sungai Lariang, yang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi dan melintasi tiga provinsi (Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan), dipilih sebagai fokus implementasi kegiatan GLA. Di Kabupaten Sigi, proyek ini dijalankan di lima desa: Namo, Lonca, Lempelero, Moa, dan Pilimakujawa, sedangkan di Kabupaten Poso mencakup Wanga, Kadua, Tuare, Tomehipi, Kageroa, Bariri, dan Bulili.

Pelaksanaan proyek di Kabupaten Sigi sendiri dilakukan melalui kerja sama dengan dua organisasi masyarakat sipil, yakni Perkumpulan IMUNITAS dan KARSA Institute, yang aktif mendampingi masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Di tingkat nasional, proyek ini juga bekerja sama dengan Working Group for ICCA Indonesia (WGII) untuk advokasi pengakuan dan perlindungan wilayah kelola masyarakat adat.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat lokal dan mitra pembangunan dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan dan berkeadilan, serta mengangkat kearifan lokal sebagai bagian penting dalam pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Kembali
Bagikan:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar

Logo Kabupaten

Memuat halaman...

Mohon tunggu sebentar